RATAPAN ZONA TEMAN π«
Dengan tubuh canggung Aku bertelut perlahan merendah di sudut ruang Menyisih serpihan pilu dalam relung Kalut yang mengendap belum terbuang Dengan lirih aku menyapa Tuhan Sayup-sayup melambungkan isak Air mata tak bisa kutahan Kata-kata terbata oleh sesak Kupasrahkan sudah kepadaNya Kasih yang kutanam sendiri Agar tumbuh subur kiranya Sekalipun di semak berduri Jiwaku gelisah oleh kekhawatiran Mungkinkah kudengar manisnya jawaban : "Rindumu telah tiba di tujuan" "Kasihmu tidak tumbuh sendirian" Ah, Tuhan... Hari-hariku habis untuk mengadu Tangisanku menggaung setiap malam Sampai kapan aku hanya jadi penikmat sendu Mengasihi dan mendoakannya diam-diam Tidakkah Tuhan lelah mendengar aku menggerutu Saat kulihat dia dan wanitanya melintas Aku di hidupnya hanya pemeran pembantu Untuk rasa cemburu pun aku tak pantas