Luapan Angan
Aku tertangkap dalam lamunan Goresan akal yang kutuang aku hembuskan tanpa sadar terbawa angin sampai lautan Hanyut, basah, dipermainkan gelombang Terdampar kembali ke garis daratan Di antara pasir yang tak terhindarkan Berharap bisa kubawa pulang Menguburnya dalam sejauh khayalan Namun alam, siapa bisa menghalang Menghapal jejak di sepanjang jalan Medan, 13 Juni 2016 | PUBLISHED