“Siluet Kopi”
Untuk Valentino
Darimana
hitam ini menyala?
Bukankah
sebiji kopi tak bernyawa
Hanya
kuberi sebutir gula
Sebagai
tanda yang kubawa
Benarlah
dia tumbuh di alam terbuka
Takkan
tidur dan selalu terjaga
Untukmu
sang penikmat rasa
Dan
jiwamu yang selalu waspada
Tetaplah
di sini
Sehitam
kopi, malam ini sepi
Tapi
biar aku berbagi
Tak apa
jika hanya untukmu sendiri
Bersediakah
kau kutemui
Selagi
aroma kopi ini belum hilang
Bersama
penantianku sampai kau datang
Dan
gelapnya malam mulai mendahului
Ini
hanya cangkir kecil berisi kopi
Tak ada
teka-teki kuberi untukmu
Hanya
saja malam ini kau akan sedikit terlambat untuk bermimpi
Karena
gelapnya malam tak kuasa menyapamu.
Medan, 24 Mei 2016
Comments
Post a Comment