Posts

Showing posts from 2022

🗓️ KALEIDOSKOP

Mari kita lihat bagian mana yang masih kau ingat Ada saat kubersuka dimana kau menari tanpa iri Ada waktu ku terluka kau obati tanpa menghakimi Meski ada bagian yang kau terlewat, karena tak semua ceritaku kau dapat Namun hatiku masih hangat mengingat hadirmu selalu di waktu yang tepat Kau tau saat aku menata diri pada bagian2 yang pernah kusesali Kau tau saat aku mencoba banyak hal baru yang dulunya sebatas mimpi Kau tau ku selalu berusaha tetap berdiri disaat aku tak kuat lagi Kau tau ada tangis yang kutahan untuk menenangkan banyak hati Sekarang biar kau pula yg jadi saksi aku ingin mulai beranjak lagi Dan tentang beberapa hal, kita masih perlu berdiskusi. Sampai ketemu nanti, siapkan cerita dan secangkir kopi

🫂 SEKIAN WAKTU BERSAMA

Banyak inginku, Tak pernah mengudara Takut hanya menguap Lebih takut jika wadahnya tak siap Lama aku tak bersuara Lama tak berkata-kata Kusimpan dalam dada Kini sesaknya tak bertara Aku inginimu Aku kasihimu Tak mampu aku menuntut banyak Untuk hadirmu pun aku tak berhak Adalah pilihanmu untuk ada atau tidak Aku merindu Dalam hati menggerutu Aku ingin menikmati banyak waktu Oh, waktu yang begini yang jadi jatahku Aku ingin mengukir banyak cerita baru Bukan hanya membayangkan rekam jejakmu Ingin lalui banyak hal bersamamu Melangkah pergi dan kembali masih denganmu

🎶HARMONI SUARA AYAH

Siang itu juga Siow mie harus berangkat ke luar negeri karena dia mendapat beasiswa untuk kuliah selama 2 tahun di sana. Beasiswa ini adalah impian Siow mie sejak lama, karena keluarganya tidak mampu membiayai jika dia harus kuliah dengan biaya sendiri. Siow mie tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikanya, karena dia percaya pendidikan adalah jalan untuk dia bisa merubah kehidupan keluarganya. Perasaan Siow mie campur aduk saat memasuki ruang tunggu pesawat tanpa ditemani Sang Ayah. Dia tidak berharap banyak, meski sebelumnya Sang Ayah sudah berjanji akan pulang lebih awal dari restoran tempatnya bekerja agar bisa mengantarkan Siow mie ke bandara. Membayangkan Sang Ayah yang bisu harus tinggal dan hidup sendirian tanpa dirinya untuk beberapa waktu yang cukup lama membuat Siow mie semakin merasa sedih. Siow mie yang tengah berjalan melewati pintu pemeriksaan tidak sadar bahwa ternyata Sang Ayah berusaha menyusulnya. Ayah Siow mie berlari sekuat tenaga menuju pintu p...