Posts

Showing posts from 2020

ATRAKSI MELODI 🎢

Terima kasih untuk setiap melodi Instrumen teduh malam tadi Sudah cukup lama, Sejak terakhir kali kunikmati Kali ini aku berkesempatan menentukan sendiri Nada-nada yang seirama denyut nadi Masih sebatas melodi Mungkin sedikit tentang atraksi Kita sama tahu mana yang mendominasi Seperti halnya kita juga tahu, mana yang mudah takluk terhadap pagi Realita atau mimpi Jakarta, 05/09/2020

(PROTES) BULAN JULI

Tribute to SAPARDI DJOKO DAMONO - HUJAN BULAN JUNI (1989) Cukup tentang tabahnya hujan bulan juni Rintik rindunya menyegarkan pohon berbunga Untuk apa dia sembunyikan? Cukup tentang bijaknya hujan bulan Juni Pohon berbunga sadar akan hadirnya Mengapa tak dia pertegas langkah ragu itu? Cukup tentang arifnya hujan bulan juni Pohon berbunga siap mendengar ucapannya Kenapa tak menetes di setiap helai daunnya juga?

MATAMU πŸ‘€

Matamu adalah jalan setapak Dimana tatapanku terus melangkah Menyibak gelap mencari arah Yang sudah sekian jauh masih belum tampak Matamu adalah ruang terpencil Tempatku menyendiri dari tangis dan tawa melelahkan Wujud arah bukan lagi jadi patokan Biar kuikut kemana damai memanggil

AKU (TAK) BAIK-BAIK SAJA

Aku takut dipatahkan, sehingga dengan sombong mematahkan orang lain. Tanpa kusadari aku yang ternyata hancur Rapuh yang semula tak kasat mata malah semakin nyata Aku mencoba terlihat baik-baik saja Dalam beberapa waktu singkat aku bisa melaluinya Perlahan kemudian terasa palsu dan mengganggu Seperti ada yang salah dengan diriku Mulai kurasakan sesak di dada Kuraba detak jantung dan nadiku masih senada Tapi sangat menyiksa dan melelahkan Entah dari mana datangnya Tuhan kirimkan seseorang untuk kukuatkan Tersontak aku menyadari bahwa aku sedang butuh teman Menangis tanpa enggan Bercerita tanpa beban Meski berlanjut di malam panjang Selepasnya aku kembali tenang 16-07-2020

πŸ—£️PIECES OF ADVICE

"Bantulah, terlepas gimana akhirnya, kita harus bermanfaat buat orang." "Kita sama. Cuma Bapak." "Kamu pasti bisa, kamu juga jago. Pasti nurun" "Sama, dulu juga banyak yang meragukan, tapi nyatanya? Dia baik, sampai sekarang keberkatan." "Ga ada yang sempurna. Minta Tuhan yang sempurnakan. Yang penting, kurangi 'tinggi hati' mu. Kamu dan mereka sama, tapi kamu, cobalah untuk lebih rendah hati lagi"

🌊TENGGELAM

“Kapan aku bisa ke tempat ini.” Disodorkannya sebuah foto, dan aku tahu betul itu pemandangan bawah laut. Terhentak darahku membayangkan kejadian 1 tahun lalu. “Setidaknya laut yang ada di Indonesia, tapi sejernih ini.” Kevin mengamat-amati foto yang dilihatnya di akun media sosial teranyar itu. Bukan pemandangannya, aku lebih fokus pada dua orang penyelam yang berdiri dengan mantapnya, dan mata mereka terpusat pada kamera. Kuperhatikan dengan seksama, mungkin saja jempol yang mereka acungkan di depan dada bergetar gugup. “Kau mau berdiri di dalam sana seperti mereka?” Dia bisa melihat aku mulai kehilangan kata-kata. “Tentu. Airnya benar-benar bersih. Pemandangan bawah laut memang indah sekaligus menantang.” Apa maksudnya menantang? Mungkin saat aku masuk ke dalam sana, aku tak akan melihat apa-apa, dan mungkin malah aku yang tidak akan terlihat lagi. “Iya menantang. Membayangkan kepalaku ada di dalam air saja membuatku gemetar. ”Aku gagal terlihat seolah tertantang da...

πŸŒ† SAMBUTAN JAKARTA

---------------------------------- Apa yang kau harap dariku? Setiba kau injakkan kaki, Semua lembab oleh air mata langit soreku Mengguyur deras mewakili tangismu yang tertahan Hanya karena tak ingin terlihat lemah dan mengecewakan Katamu aku bukan pilihan Lalu tidakkah kau lihat dengan siapa kau kini menggantung harapan? Baik, mungkin itu dulu Sebelum kau sadar ternyata kau kalah dengan waktu Bukan bermaksud menuntut Sudah cukup baik kedatanganmu kusambut Aku cuma ingin memberi penawaran Aku punya banyak pelajaran Itupun jika memang pengalaman yang kau inginkan Berkabarlah jika kau berkenan Temui aku segera sehabis malam Jakarta, 06 April 2019 23:44

KEDAP

Masih seperti beton jalanan Menanti hujan tanpa sedia resapan Menyambut setiap tetesan tanpa kuasa menyerap Sudah diguyur deras, masih saja kedap Herannya hujan seperti tak punya pilihan Mestilah dia jatuh demikian yakin Sudah tau ujungnya 'kan berakhir di lautan Masih giat mencari celah di beton-beton licin Ini seperti cara Tuhan Menghadirkan kesejukan yang merata Kalau saja hujan bebas memilih daratan Jalanan beton tempat tersepi di semesta Tiada penapak yang rela menghanguskan jejak Di bawah terik dengan dahaga yang mencekik Jakarta, 13 Mar 2020

πŸ’” RETAK

Ada kalanya kita jatuh tergeletak Tak peduli berapa lama kita teguh berdiri Ada kalanya jatuh berujung retak Tak peduli berapa lama keutuhan berseri Sisihkan semua retakan Jangan ragu, segera pisahkan Agar tak lukai keutuhan sekitar Untunglah kau cepat tersadar Jangan sesali, Tak semua sesuai harapan Jangankan waktu, Perubahan sekalipun tak bisa kau hentikan Cukup sisihkan retakan Masih ada lapisan yang lebih penting untuk dipertahankan

πŸš‰

COMMUTERIAN Rangkaian kereta ini punya bukti keterbatasan langkahmu Belum hilang aroma tubuh lelahmu Belum terhapus jejak samar alas kakimu Masih terasa hangat bekas tumpuan tanganmu pada tiang besi di sisi pintu Mungkin kau sudah tiba di rumah Tinggalkanlah lagi jejak di sana Di kamar temaram redupkan penatmu Langit-langit di atasmu 'kan hapal betul senyum yang kau ukir sepanjang tidurmu Jakarta, 1 Feb 2020