“Kapan aku bisa ke tempat ini.” Disodorkannya sebuah foto, dan aku tahu betul itu pemandangan bawah laut. Terhentak darahku membayangkan kejadian 1 tahun lalu. “Setidaknya laut yang ada di Indonesia, tapi sejernih ini.” Kevin mengamat-amati foto yang dilihatnya di akun media sosial teranyar itu. Bukan pemandangannya, aku lebih fokus pada dua orang penyelam yang berdiri dengan mantapnya, dan mata mereka terpusat pada kamera. Kuperhatikan dengan seksama, mungkin saja jempol yang mereka acungkan di depan dada bergetar gugup. “Kau mau berdiri di dalam sana seperti mereka?” Dia bisa melihat aku mulai kehilangan kata-kata. “Tentu. Airnya benar-benar bersih. Pemandangan bawah laut memang indah sekaligus menantang.” Apa maksudnya menantang? Mungkin saat aku masuk ke dalam sana, aku tak akan melihat apa-apa, dan mungkin malah aku yang tidak akan terlihat lagi. “Iya menantang. Membayangkan kepalaku ada di dalam air saja membuatku gemetar. ”Aku gagal terlihat seolah tertantang da...
Comments
Post a Comment