SEPTEMBER🗓️

Hai, tiba waktunya untuk aku kembali bercerita

Alkisah di sebuah September,
di suatu sudut kota
ada anak perempuan sedang bersiap untuk wisuda
dan di sudut kota lain seorang anak laki-laki baru saja diterima menjadi mahasiswa

Beberapa tahun kemudian
mereka bertemu di sebuah bidang pelayanan,
Komunikasi seadanya sebagai mitra,
saling membutuhkan

Tak kenal usia, suku, dan keyakinan
status mitra melebur dalam persahabatan
Lalu semesta pun meromantisasi setiap interaksi,
mereka saling jatuh hati

Beda usia tidak begitu terasa
Suku yang berbeda buat mereka saling bertukar budaya
Tentang keyakinan,
Keduanya tidak bisa melawan

"Aku tidak bisa"
"Aku (pun) tidak bisa"
Lalu bagaimana?
Kita nikmati saja apa yang ada

Demikian indahnya dua hati yang dibuai cinta
Menikmati afeksi dengan berbagai bentuknya
Hingga sang September kembali tiba
Dengan sebuah jawaban doa

Tinggallah dia si gadis malang
Sedihnya tak terbilang
Selalu gelisah di malam menjelang
Menanti kabar dari kekasih yang hilang

Si bodoh itu aku
Yang tak punya resapan untuk air mataku
Padahal September sudah lama berpesan
Pergantian bulan ini akan penuh tangisan

Ah, Aku lelah meratap sendirian
Tapi malu terlihat lemah di hadapan orang
Hanya kau yang tau betapa lemahnya aku
Tetaplah menjadi temanku 🤍

Comments

Popular posts from this blog

AKU (TAK) BAIK-BAIK SAJA

🌊TENGGELAM

DANDELI❄N

BERS⏳AP

🌆 SAMBUTAN JAKARTA

JANUAR1 🗓️

“Siluet Kopi”

🗓️ KALEIDOSKOP

ONE DAY 🗓️, ONE GIFT 🎁