A LIVING SACRIFICE 🛐
by Ps. Roy
Kita punya banyak pilihan dalam menghidupi keimanan sebagai seorang Kristen. Iman yang percaya penuh pada Tuhan harus diekspresikan dalam bukti nyata yaitu pengorbanan. Seperti Abraham yang menanti Ishak hampir seumur hidupnya, tapi kemudian harus mengorbankannya, dan Yesus yang mengorbankan nyawanya seturut kehendak Allah.
Pengorbanan membutuhkan iman.. Roma 12:1
Kita ada dalam persekutuan bukan hanya sebagai penikmat, bukan untuk mencari teman, bukan hanya menanti berkat. Peran kita :
1. Worshipers - Penyembah
Membawa persembahan yang baik, menyatakan syukur, hormat, bahwa Tuhan pemilik hidup kita.
2. The Sacrifice - Persembahan yg Berkenan pada Allah
Orang pilihan Tuhan, untuk kepentingan Tuhan. Not just a face in the crowd, dikhususkan dan dikuduskan menjadi milik kepunyaanNya, yg datang dengan totalitas untuk menyenangkan hati Tuhan seturut maunya Tuhan.
3. The Priest - Imam
Kita semua imamat yang rajani, yang melakukan ibadah yaitu menyampaikan persembahan secara langsung kepada Allah.
Overall, yang layak menilai segala bentuk persembahan kita dalam ibadah hanyalah Tuhan.
Pengorbanannya itu relasional bukan transaksional. Korban berasal dari kata Karab (Ibr) sesuatu yang dibawa untuk mendekat kepada Allah. So, sacrifice is relational, for it to draws us near to God. Dasar pengorbanan adalah Kasih. So Sacrifice is the measure of love, and our reasonable loving response to God's love for us. Sacrifice begins with obedience, because the first thing we need to sacrifice is our will.
Comments
Post a Comment