🧩 JANGAN TAKUT 🧩
Ada satu masa dimana badai kekhawatiran kembali menghantamku. Membuatku berusaha memikirkan berbagai cara untuk menyelamatkan diri dari hal-hal menyakitkan yang mungkin terjadi di depan. Semakin banyak cara kupikirkan, semakin aku melihat keterbatasan yang membawaku pada rasa tidak aman, dan aku hanyut dalam gulungan arus kecemasan.
Dengan sebuah pengakuan bahwa aku takut kehilangan keseimbangan yang membawaku pada kehilangan kekuatan Aku melambaikan tangan ke permukaan. Dia pun meraihku dengan sedikit tamparan "Keadaan boleh berubah, tapi kan aku masih ada." Tangisku pecah di keheningan, tubuhku rebah dalam peluknya.
Lalu aku mengambil sebuah kesempatan baru untuk beribadah berharap aku mendapat pencerahan melalui khotbah. Dengan kekosongan jiwa aku melangkah, disambut para pelayan dengan senyum sumringah. *Yak canggung sekali pemirsahh.
Aku menikmatinya. Benarlah aku kembali disegarkan oleh Firman, kembali diingatkan tentang pemaknaan kehilangan, kegagalan, bahkan kematian menurut pandangan kekristenan. Gak cuma itu, kreatifitas para pelayan menghadirkan sukacita baru bagiku lewat serangkaian puzzle yang bisa kudapatkan di akhir kebaktian. Setiap kepingan puzzle disertai kartu berisi pertanyaan reflektif. Segera kurangkai puzzle itu jadi susunan yang utuh bertuliskan "JANGAN TAKUT". Bagaimana dengan kartu-kartunya?
Aku si penikmat kata-kata ini pastinya berat hati untuk membuangnya, tapi saat itu aku hanya bisa membiarkannya bertebaran di meja kamarku. Butuh seminggu untuk aku mendapatkan ide harus kukemanakan kartu-kartu itu. Kucoba cari inspirasi dari sosial media tapi ga ada yang sesuai keinginanku.
Mataku pun tertuju pada bekas-bekas fiber stick diffuser yang masih kupajang di kamar. Kucoba cari tutorial membuat tatakan kecil dari stick itu untuk memajang kartu-kartuku. Waktu aku mulai mengikat dua stick jadi satu terbersit ide kalau dua stick ini bisa kuselipin kartu. Lalu kucoba selipkan dan sungguh penemuan yang menarik : Aku bisa tempelkan kartu itu di stick-stick fiber seperti bendera yang gagangnya kemudian kumasukkan ke botol diffuser bekas, dannnn kapanpun aku bisa kembali membacanya timbal balik dengan mudah.
Comments
Post a Comment