Posts

Showing posts from 2025

Hijab Cokelat

Image
Dia yang pernah kulukiskan di buku harianku Dia pula kini ikut memeluk hatiku

A LIVING SACRIFICE πŸ›

by Ps. Roy Kita punya banyak pilihan dalam menghidupi keimanan sebagai seorang Kristen. Iman yang percaya penuh pada Tuhan harus diekspresikan dalam bukti nyata yaitu pengorbanan. Seperti Abraham yang menanti Ishak hampir seumur hidupnya, tapi kemudian harus mengorbankannya, dan Yesus yang mengorbankan nyawanya seturut kehendak Allah. Pengorbanan membutuhkan iman.. Roma 12:1 Kita ada dalam persekutuan bukan hanya sebagai penikmat, bukan untuk mencari teman, bukan hanya menanti berkat. Peran kita : 1. Worshipers - Penyembah Membawa persembahan yang baik, menyatakan syukur, hormat, bahwa Tuhan pemilik hidup kita. 2. The Sacrifice - Persembahan yg Berkenan pada Allah Orang pilihan Tuhan, untuk kepentingan Tuhan. Not just a face in the crowd, dikhususkan dan dikuduskan menjadi milik kepunyaanNya, yg datang dengan totalitas untuk menyenangkan hati Tuhan seturut maunya Tuhan. 3. The Priest - Imam Kita semua imamat yang rajani, yang melakukan ibadah yaitu menyampaikan persembahan secara langs...

LEGACY OF FAITH πŸ’Ž

*corat-coret* by Ps. Gea  Ada tujuan indah di balik pertumbuhan iman yg bukan cuma buat kita sendiri. Everyone will leave a legacy, and it's not what u leave for people, but what u leave in people. Warisan terpenting itu adalah Iman ( Legacy of Faith ) Ibr 11:4 "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.  Meninggalkan iman sifatnya kekal dibanding materi. Seperti dalam Surat Paulus untuk anak rohaninya Timotius ( 2 Tim 1:5) yang imannya tulus dan ikhlas yaitu tidak munafik tidak berpura-pura. Timotius mewarisi iman ini dari nenek dan ibunya. Maka kita percaya ada harapan bahwa Iman mungkin untuk diwariskan ke anak salah satunya melalu parenting. Extreme Parenting : 1. Otoriter : about do-don't. Cenderung anak menghayati iman juga hanya tentang do and do...

🌬️ LET'S MOVING (M)ONπŸƒ

Image
Tepat enam bulan sejak kamu pindah. Sudah enam bulan pula kita berpisah. Mungkin bagimu enam bulan bukan waktu yang singkat, tapi bagiku enam bulan masih terlalu cepat untuk menarik kembali hatiku dari semua hal tentangmu. Meskipun aku tetap berusaha mengikhlaskanmu, aku tahu jauh di alam bawah sadarku aku masih menjaga hatiku untukmu. Masih selalu kurawat kenangan-kenangan manis kita waktu itu. Ntah untuk apa lagi aku juga tidak tahu. Bahkan, setelah patah hati yang begitu hebat dua bulan lalu, aku masih tenggelam dalam rindu, sementara kau sudah dengan bangganya memamerkan pencapaianmu, bahwa kau sudah temukan penjaga hatimu yang baru. Kau berhasil, berhasil buatku cemburu, biarpun aku tahu bukan itu tujuanmu, hanya aku yang masih berpikir kau milikku. Untungnya aku punya sedikit akal sehat yang tersisa di tengah depresi yang kuderita, aku mulai menata kembali hatiku yang mana aku percaya bahwa progress baikmu, akan jadi progress yang baik juga untukku, walau ternyata tidak semudah u...

🀍 Resonansi Kasih 🀍

Senang sekali bisa kembali merasakan vibes melayani dengan suara biarpun cuma ikut meramaikan. Merasakan lagi sensasi lelahnya berlatih lagu berulang-ulang demi penampilan kurang dari 10 menit untuk setiap lagunya 🀭 Pertama tahu Ignite GKI itu sekitar tahun 2020an dari lagu "Seindah Siang Disinari Terang" di YouTube. Sebagai penikmat hymns, aku jatuh hati sama aransemen mereka yang bikin lagu-lagu KJ lebih berwarna. Dan di awal Tahun 2023 aku berkenalan secara online dengan seseorang yang aktif pelayanan di gerejanya, dan kami sempat membicarakan bahwa kami sama-sama suka dengan Ignite GKI. Mungkin karena ketertarikan akan hal-hal yang saling berkaitan aku pun mimpi disharingkan untuk ikut melayani di Ignite GKI. Cara mereka menjangkau aku persis kakak-kakak senior di persekutuan kampus yang sedang mencari orang untuk melayani di ibadah kampus. Sebangunnya dari mimpi, aku cuma tertawa. Ada-ada saja. Tapi kemudian waktu terus bergerak ke 2025, dan aku melihat sebuah kiriman d...

MULUT RACUN ☣️

Hari ini mulut jahatku berulah lagi, Dahlah yaa, orang2 udah keburu liat sisi ga warasku Cuma agak nyesal aja krn gampang kali kepancing  Mengendalikan diri itu susah kalii woylahhh ... "Serius kau Mona" "Ya aku serius kok, kapan aku main2" "Ya maksudnya kalo udah diajak nanti ketemu, seriusin.. ingat udah tua kau" Langsung kesenggol ego awak oleh kata "tua" ini kan Tp ku cb becanda aja ke yg lain biar gak nambah dosa kan "Inget tuh kak kita udah tua" "Lah kenapa jadi dia, dia mah laki, sampe usia 40 juga ga masalah, kau ini nya perempuan, darurat punya anak" Wah langsung naik sasakk itu "YA GAUSAH PUNYA ANAK" Gatau dah apa aku aja yg tekejoet sama ucapanku sendiri, tapi masih ada kudengar suara "ya gimana nanti suamimu kalo dia mau punya anak" Oopppp,, makin dibakar bosss, dikata rumah produksi? 😀 ... Aku sebenarnya gak masalah sama punya ga punya anak ini. Tapi denger omongan itu kek mau kutentang aja ja...

'KUAT' JADI BUMERANG πŸͺƒ

http://gallerivana.blogspot.com/2020/07/blog-post_2.html Ah, aku melihat pola yang sama Jakarta bukan pilihan tapi kemudian jadi tempatnya menggantung harapan Itupun baginya sebuah kelemahan Tapi harus tetap bertahan karena gak mau dianggap bodoh karena udah menolak tawaran Lalu dia pergi diam-diam "Malu kalau tau-tau pulang di tengah jalan" Kek kau udah banting stir aja lewat jalan yg akhirnya jadi satu-satunya yg kau harapkan, tapi tau2 harus tetap putar balik, *ohh tidakk* Tanpa sadar dia membangun tembok harapan yang tinggi untuk dirinya sendiri, bahwa dia harus bertahan di perantauan "Harus kuat sendirian" Egonya bilang tidak apa tanpa pasangan Lebih baik sendirian daripada berakhir sama orang yang tidak dia inginkan Semakin dia Mati Rasa semakin dia merasa kuat Overall, gak heran sekarang dia burn out Karena "kekuatan" yg dia ciptakan itu perlahan runtuh Dia merasa kalah sama dirinya sendiri Ekspektasi "Kuat sendirian" pun hancur Karena dir...

INSIDE OUT 2 - MOVIE TIME 🍿

Hi, future, aku pelan-pelan coba kembali melakukan kegiatan yang pernah kunikmati salah satunya movie time, yeaay πŸ₯³ Ahirnya tergeraklah untuk nonton Inside Out 2. Dan persis warna2 di movie itulah yang kutemui di jiwaku selama ini πŸ˜‚ Kalo ingat aku cerita di kepalaku banyak suara, itu tu tergambarkan persis oleh warna-warni emosi di Inside Out ini πŸ˜‚ Yang awalnya mood Rylie as a kid cukup stabil dalam kendali Joy, Fear, Anger, Sadness, Disgust, seiring beranjak remaja muncullah Envy, Ennui, Embarrassment dan Anxiety yang mulai mengacaukan moodnya. Riley jadi ambis yg ga sehat, cemas dan stress, hubungan dengan sahabatnya rusak dan semua itu akibat warna/i emosi tadi mulai berantem di kepalanya πŸ˜‚ Anxiety bahkan mengasingkan Joy, Fear, Sadness, dan Anger jauh2, dan take over console mood Riley sampe akhirnya consolenya rusak, sistem memori Riley berantakan, pembuangan memori burukny ancur dan semuanya ke-up lagi dan Rileynya jadi stress, ga maksimal dalam aktifitasnya, dadanya sampe se...

πŸ’Œ Missing U

Hi you, Can I tell u how did I feel on my last surgery? Aku berusaha memandang moment ini adalah momentku dengan Tuhan, berusaha memandang bahwa siapapun yang pernah hadir dan terlibat adalah salah satu bagian dari cara Tuhan mengasihiku. Tapi dengan kesadaran penuh saat di ruang transit sebelum masuk kamar operasi, aku memikirkan Tuhan dan kamu. Aku sama sekali gak bisa lupa setiamu mengikuti perkembanganku waktu itu, menghabiskan waktumu untuk menemani aku, sendirimu ikut mengantarku untuk operasi kedua kali, sendirimu tak pernah ragu untuk datang ke perawatanku, kesigapanmu menjemputku waktu ngedrop di pinggir jalan, selalu setia menemani malam-malamku dan mau mengusahakan apapun demi kenyamananku. Memoriku berputar kembali ke moment operasi yang ketiga, dimana aku juga melaluinya sendiri dan disitu aku harus menerima keputusan besar yang kau ambil untuk kelanjutan hidupmu, yang tentu berpengaruh besar untuk kisah kita. Tapi kau masih ada, kasihmu masih kurasa, pagi-pagi benar denga...
 Aku sudah berkali-kali gagal Sudah menanggung banyak kekalahan Jauhlah yang jauh Hilanglah yang hilang Pergilah yang pergi Tapi kumohon biarkan aku menang dari berbagai bentuk penyakit yang melelahkan Dan hidup lebih lama lagi