LEGACY OF FAITH 💎

*corat-coret*

by Ps. Gea 

Ada tujuan indah di balik pertumbuhan iman yg bukan cuma buat kita sendiri. Everyone will leave a legacy, and it's not what u leave for people, but what u leave in people.

Warisan terpenting itu adalah Iman (Legacy of Faith)

Ibr 11:4 "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. 


Meninggalkan iman sifatnya kekal dibanding materi. Seperti dalam Surat Paulus untuk anak rohaninya Timotius (2 Tim 1:5) yang imannya tulus dan ikhlas yaitu tidak munafik tidak berpura-pura. Timotius mewarisi iman ini dari nenek dan ibunya. Maka kita percaya ada harapan bahwa Iman mungkin untuk diwariskan ke anak salah satunya melalu parenting.

Extreme Parenting :

1. Otoriter : about do-don't. Cenderung anak menghayati iman juga hanya tentang do and don't

2. Permisif : Bebas, no boundaries, tdk menghargai. Cenderung anak akan merasa iman bukan sesuatu yang penting, Tuhan akan selalu memberi dan harus. Tidak ada bentuk2 pertahanan iman.

Cara terbaik mewariskan iman selain dari kombinasi dari 2 jenis parenting tersebut adalah menghidupinya secara otentik. Melalui pengenalan dan pengalaman akan Tuhan.

You can't share what u don't know
You can't give what u don't have

Surat Paulus untuk Titus orang Yunani yang bertobat dan ikut melayani dengan Paulus memuat banyak instruksi cara hidup (Titus 2) karena Kreta hidup jauh dari Allah. 

What should we do, untuk menghidupi iman dengan otentik :

1. Berintegritas (Ayat 7) - walk the talk - so u have credibility
Apakah aku sama dimanapun?
Apakah aku melakukan hal baik untuk pengakuan atau krn Tuhan?
Apa orang bisa lihat Kristus di dalamku

2. Setia (Ayat 10) - Faithful/Percaya - Konsisten melakukan tanggung jawab. Tidak perlu berkhotbah orang akan melihat Allah dari diri kita.
Sudahkah beri yg terbaik? Sudah konsisten? Bisa diandalkan?
Beranikah org mempercayakan satu hal pada saya.

3. Berpengharapan (Ayat 11-13)
Menantikan penggenapan pengharapan.
When there is hope, there is life.
Aku terjebak dalam dosa, tapi oleh pengharapan aku percaya aku bisa overcome kesulitan2ku untuk lepas dari dosa, dan Tuhan selalu ada, gak akan pernah ninggalin aku.



Comments

Popular posts from this blog

AKU (TAK) BAIK-BAIK SAJA

🌊TENGGELAM

DANDELI❄N

BERS⏳AP

🌆 SAMBUTAN JAKARTA

JANUAR1 🗓️

“Siluet Kopi”

🗓️ KALEIDOSKOP

ONE DAY 🗓️, ONE GIFT 🎁