Posts

Showing posts from 2024

I Haven't Moved On

I haven't moved on; I'm just giving you the space to live your life I might not reach out as often, but if you do, I respond instantly. I may not say good morning anymore, but you're still the last thought on my mind before I fall asleep I'm trying to focus on myself, but the truth is, I miss you deeply I'd love to talk to you, but I know my place. You'll always be in my heart, and there will always be a space for you there @alphababes.inc

NOVEMBER ๐Ÿ—“️

Selamat malam, kasih Apa kabarmu di penutup bulan ini? Bagaimana kau menghabiskan malam minggu Untuk alasanmu buatku menunggu Balasan pada pesan yang kau biarkan lusuh Dan tawaku yang samar dalam keluh Maaf, kasih Tiga puluh hari ternyata tidak cukup untuk menepisku Ternyata tidak cukup untuk menekan tangisku Sudah dua putaran bulan Aku semakin ketinggalan Tentu aku berjanji akan terus berjalan Akan kuusap air mataku pelan-pelan Sebab aku tak mau melihatmu gagal Melawan ego perempuan bebal Setiap hari aku mencari distraksi Mencari korban memaksa interaksi Untungnya November kali ini membawa cerita baru Hatiku dirangkul dalam haru biru Ketahuilah, kasih Walau di etalaseku tiada lagi rupamu Namun aku masih selalu merindukanmu Satu-satunya November yang kulalui denganmu Kini menjadi November favoritku Sampai bertemu, kasih Walau kau tak ingin melihatku lagi Aku masih akan selalu di sini Sekuat apapun kau menghindari Aku tak akan menarik diri Bahkan saat cintamu berganti peri Atau saat aku...

RINDU TANPA TEMU ๐Ÿค

Kupikir aku masih boleh bercerita Masih boleh terbuka Terbuka tentang kesedihanku Kesedihan karena merindu Rindu yang berpenawar temu Temu yang ternyata jangan dulu. Lalu, Bagaimana dengan rindu tanpa temu? Harusnya jangan merindu  Jangan bersedih karena rindu Simpan rapat kesedihanmu Tidak perlu lagi kau terbuka Sesungguhnya tidak perlu bercerita .... Naif kali aku "Jangan ragu cerita" Aku pun tetap terbuka Kuceritakan kesedihanku menahan rindu "Wajar karena ga punya obatnya - cuma ketemu" Kuusahakan obat itu "Jangan dulu" Ternyata bukan ga punya obatnya Emang ga boleh ketemu aja Harusnya aku ngerti dari awal, ya

๐Ÿ™๐ŸปMAAF

Maafkan aku masih terlalu bodoh Masih selalu gelisah sendiri saat tiada kabar darimu Masih selalu mau tahu keadaanmu, perasaanmu, aktivitasmu Masih selalu suka merayumu Aku selalu pura-pura tidak peka saat kau sudah memberi batasan, hanya karena tidak siap kehilangan dirimu yang sayangiku Sungguh, aku tidak enak hati Melihatmu masih berusaha sebaik mungkin mengimbangi dan meresponi di tengah usahamu untuk membatasi diri Maafkan aku, Semoga kau tidak terlanjur lelah dan kesal Aku pun tidak ingin mental korbanku semakin lama membuatmu seolah di posisi yg jahat Tak ingin pula kenangan manis selama kita bersama dirusak oleh kebodohanku Ingin rasanya seperti atlet badminton yang gantung raket di masa kejayaannya, sehingga yang  lebih diingat ialah sisi juaranya bukan penurunan performanyaa Aku akan mencoba lebih kooperatif Mendengar saat kau bercerita Menjawab saat kau bertanya Akan berusaha untuk tidak banyak mau, untuk tidak banyak mengganggu

OKTOBER๐Ÿ—“️

Bulan ke-sepuluh dari dua belas ternyata tidak semulus itu Aku kembali berjuang untuk meneruskan ceritaku Katamu aku harus berkabar, kan? Sayangnya aku mulai takut mengganggu Atau setidaknya aku harus bersabar Untuk sebuah respon yang selalu kutunggu Kau tahu Sejak awal Oktober Banyak yang memperhatikan sikapku Mereka menanti reaksiku Yang mereka lihat : Aku tertawa Yang mereka lihat : Aku tersenyum, Hatiku masih berbunga-bunga Aku tegar Beraktivitas normal Tidak apa Orang lain tidak perlu lihat Air mataku yang mengalir tanpa henti Merindu kekasih yang pergi tanpa benci Mustahil kembali Mustahil kumiliki Bahkan menyatakan kasih Aku mulai tidak berani Sayang? Tentu masih Tapi rasanya tidak boleh terucap lagi Ternyata kasih sayangku terlalu membahayakan Khawatirku terpaksa kusembunyikan Peduliku terpaksa kutahan Rinduku terpaksa kuabaikan Kata-kata manis sebaiknya kusimpan Kini aku tahu caranya menangis tanpa suara Tanpa banyak kata-kata Tanpa merubah mimik muka Air mataku bisa mengalir ...

Gadis Malang itu Aku ๐Ÿ’”

Tidak pernah segelisah ini menanti kabarmu Mulai kubandingkan kisahku dengan mereka yang berjuang mengatasi jarak dan waktu Bedanya adalah mereka tau mereka akan kembali ke satu sama lain Sementara kau bahkan tidak punya pilihan untuk kembali padaku Maka jika nanti kau menghilang Tinggallah aku si gadis malang

SEPTEMBER๐Ÿ—“️

Hai, tiba waktunya untuk aku kembali bercerita Alkisah di sebuah September, di suatu sudut kota ada anak perempuan sedang bersiap untuk wisuda dan di sudut kota lain seorang anak laki-laki baru saja diterima menjadi mahasiswa Beberapa tahun kemudian mereka bertemu di sebuah bidang pelayanan, Komunikasi seadanya sebagai mitra, saling membutuhkan Tak kenal usia, suku, dan keyakinan status mitra melebur dalam persahabatan Lalu semesta pun meromantisasi setiap interaksi, mereka saling jatuh hati Beda usia tidak begitu terasa Suku yang berbeda buat mereka saling bertukar budaya Tentang keyakinan, Keduanya tidak bisa melawan "Aku tidak bisa" "Aku (pun) tidak bisa" Lalu bagaimana? Kita nikmati saja apa yang ada Demikian indahnya dua hati yang dibuai cinta Menikmati afeksi dengan berbagai bentuknya Hingga sang September kembali tiba Dengan sebuah jawaban doa Tinggallah dia si gadis malang Sedihnya tak terbilang Selalu gelisah di malam menjelang Menanti kabar dari kekasih ya...

ONE DAY ๐Ÿ—“️, ONE GIFT ๐ŸŽ

Image
*Extra Gift* "Aku memanggilnya Bremboo" Aku tahu, aku tak akan bisa mengobati ataupun menemani rasa sedihmu. Bahkan orang lain pun tak akan bisa. Tapi setidaknya, ijinkan aku mengutus "Bremboo" untuk menemani kala kau bersedih. Lihat muka dan lidah menggemaskannya ketika kau bersedih. Semoga "Bremboo" bisa menjalankan tugasnya dengan baik... Love You ๐Ÿค -DR- *Gift Day 5* "Karena aku gabisa nemenin kau ke gereja, maka aku utus tas ini untuk menemanimu ke gereja..." Terima Kasih untuk Semuanya Love You ๐Ÿค -DR- *Gift Day 4* "Biar holongku tidak kedinginan" Aku mencintaimu tanpa dasar akal sadar... Terima kasih untuk semua peluk hangat yang telah kau beri ๐Ÿค -DR- *Gift Day 3* "Jangan lupa banyak minum air putih" Walaupun tak berakhir indah dan takdir tak bisa dibantah Setidaknya kita sempat bersama : dalam memori yang indah ๐Ÿค -DR- *Gift Day 2* "Dompet kecil yang akan menemani hari-harimu" Sekitarmu tak cukup tahu rumitn...

THANK U, LOVE ๐Ÿ’•

Terima kasih untuk segala hal, orang baik kesayangan aku... Ingin sekali rasanya merayu Tuhan untuk dapatkan seutuhnya dirimu. Tapi aku gak punya hal lain yang bisa kutukar sebagai harga yang harus kubayar. Cuma bisa bilang terima kasih sama Tuhan sudah beri aku sedikit kesempatan secara langsung merasakan dan membalas kasih sayangmu lebih dari seorang teman. Terima kasih sudah membuatku merasa dicintai : Lewat hadirmu dan sejuta waktu berharga yang kau habiskan denganku, lewat hal-hal baru yang kukenal dan kunikmati bersamamu, dan berbagai kenangan indah yang tersimpan di etalase memoriku. Lewat sentuhanmu yang lembut, genggaman, rangkulan, peluk dan kecupan hangat di tangan dan rambutku. Serta bahumu yang tak kenal lelah selalu sedia untuk jadi sandaranku. Lewat obrolan manis dan lucu pengobat hati, manisnya pujian dan rayuan2 tipis yang selalu buatku salah tingkah, dengan suara dan sikap yang selalu tenang menghadapi perubahan suasana hatiku. Serta apresiasimu terhadap sekecil-kecil...

AGUSTUS๐Ÿ—“️

Aku melewatkan satu bulan tanpa bercerita panjang Cukup mengenang betapa manisnya pertambahan usia yang diisi penuh kasih sayang Oleh kebersamaan di sepanjang harinya Dengan langkah hangat aku menapak di bulan kedelapan Menikmati beragam kebersamaan Diwarnai senyum-senyum kecil yang tertahan Setiap kali mataku berusaha mencuri tatapan Sampai kemudian tatapan kosong yang kutemukan Berdiri di antara dua pilihan Pasrah atau usahakan Sementara pilihanku hanya mendoakan Kubaca lagi setumpuk tulisan yang pernah kugoreskan Ini seperti sakit yang pernah kuramalkan Bahwa setiap hari akan terdengar tangisan Meratapi jawaban dari beribu tanya kapan /Ternyata ini waktunya/ Air mataku nyaris mengkristal di akhir Agustus Tak mampu kutahan terus menerus Di tengah hidup yang terlalu banyak plot twist Kuharap ini akan jadi satu cerita manis Mungkin aku bisa menariknya dari masa lalu Tapi mustahil aku bisa mengambilnya dari Tuhannya Mustahil jadi bagian dari keluarganya Mustahil mengubah alur mimpinya M...

JUNI

Siapkah kau mengakhiri bulan ini? Bulan yang penuh afeksi Diawali sebuah ungkapan terima kasih Pada sebentuk jiwa yang tak kenal risih Setiap hari aku dibuat luluh Sampai hari ke-tiga puluh Masih tak kenal peluh Temani malamku seperti suluh Entah sejak kapan aku akrab dengan kebodohan Seolah sangat siap dengan berbagai tantangan Padahal rasa sakit senantiasa memberi peringatan Akankah aku sekuat yang selalu kuharapkan Ini baru satu bulan Masih cukup lucu untuk diceritakan Setidaknya untuk sahabatku yang sedang tertekan Dirundung gelisah dan ketakutan Tawa adalah kehadiran kecil yang bisa kuberi Sebab dari hitungan tiga puluh Kami hanya bertemu satu hari Untuk bisa saling mengeluh Seketika aku tersadar Yang paling teguh dan terkuat di bumi Pada akhirnya terkapar Menyerah dan berkompromi Berusaha menikmati setiap waktu, Juni pun memberiku setumpuk kartu Berisi kalimat pemantik obrolan Saat kita kembali bertemu di akhir bulan Sampai jumpa, kawan.

MEI ๐Ÿ—“️

Kataku saat itu aku akan kembali Pasti kembali Karena aku memang kembali Aku masih disini Di bulan Mei yang kunanti-nantikan Aku kembali dari kematian Entah aku layak menghitung dari angka Dua Sembilan Ataukah harus kembali menghitung ulang Tiga puluh satu hari ini, menurut mereka terlalu lama Sementara aku kehilangan banyak waktu begitu saja Cerita manis di tanggal Sebelas bergulir air mata Hari dimana aku mendamba tawa Tiupan lilin kecil di sepotong kue kecil Dan berbagai kiriman lucu di sosial media Tapi aku tetap bersyukur Ternyata jiwa dan ragaku cukup kuat Lagi diitari kebaikan yang tidak terukur Membalut hati dengan hangat Maka terima kasih berjuta-juta Dalam sebuah pelukan erat Kudedikasikan untuk jiwa yang selalu terjaga Penuh kasih setia melawat dan merawat Dan untuk menutup cerita di bulan Mei Aku merekamnya dalam hati Satu lagi etalase memori terisi Meski tanpa ukiran warna warni Sedikit melangkah jauh dari rencana Pipiku masih gemetar membayangkan Masih sulit untuk dicerna...

4PRIL ๐Ÿ—“️

Tiga puluh hari April ikut berganti Seperti bermain wahana Nadi dan adrenalin dipacu bersama Pada minggu pertama Tercatat pula satu momen pertama Satu kantong untuk satu jiwa Setelah lama menyimpan takut dan kecewa Beranjak perlahan menuju minggu kedua Tangan melambai penuh rindu Kegelisahan baru mulai melanda Hati dan pikiran setiap hari diadu Maka minggu ketiga adalah masa transisi Rasa cemburu sedikit mengacau harmonisasi Bahasa cinta pun ditilik dalam setiap relasi Manisnya waktu bersama semakin diapresiasi Hingga minggu keempat tiba Nyeri menjalar bukan sekedar saat diraba Dari sebuah rekaman gambar hitam putih Terbentuk pilihan hitam atau putih Besok saatnya menjalani pilihan yang sudah dibuat Dalam semua hal Dia bekerja menaruh hikmat KuasaNya mengambil alih setiap tindakan KuasaNya kupercaya akan menyembuhkan Kuharap dekap peluk orang terkasih Cukup untuk jiwa dan ragaku kembali pulih Dan aku yakin banyak hati menantiku kembali Ada jiwa yang ingin kupeluk lagi Sampai bertemu na...

MAR3T ๐Ÿ—“️

Aku sudah berjanji bukan? Akan hadir setiap akhir bulan, mengetuk di pintu depan membawa setumpuk cerita untuk bahan obrolan kita Beberapa saat lagi Maret segera berganti Sudah kuhitung, Setidaknya ada dua atau tiga cerita yang kutuliskan tanpa tinta Selebihnya kusimpan dalam hati Bukannya tak begitu berarti Tapi 'kan aku sudah berjanji Agar tidak meromantisasi semua hal Karena hanya akan membuatku semakin bebal Maret sempat mengusik batinku lewat gambar hitam putih yang terlihat kasar tidak beraturan Malu dan sedih aku membayangkan akan sebanyak apa Enam Sembilan Empat Dua Sepuluh jika dijumlahkan Sungguh, aku semakin perhitungan Ah, sudahlah Meski lembaran foto hitam putih milikku bukan yang biasa kau temukan pada lirik lagu itu Tapi Maret kali ini bagiku sama manisnya dengan Maret yang lalu Tiga puluh satu hari ini tetap seru Aku masih bisa mengisi lini masa dengan beragam cerita berwarna Menyematkan kenangan baru Bulan depan aku akan kembali bertamu Merecokimu dengan ceritaku S...

๐Ÿ”ฎPesan Masa Depan

Untuk : Diriku di usia Enam Dari    : Dirimu di usia Dua Delapan Aku tak akan cerita banyak tentang masa depan, karena ternyata kau mudah khawatir akan hal-hal yang belum kejadian, sampai terkadang sulit menikmati waktu yang sedang berjalan. Berjuta kata "seandainya" sengaja kusimpan agar tidak jadi beban karena banyak keadaan terjadi tidak seperti yang kau harapkan. Pesanku, giatlah belajar mengenal Tuhan, karena Dia yang akan selalu menemanimu di sepanjang perjalanan. Kau akan alami banyak bentuk kegagalan dan kehilangan, tapi percayalah kau akan tetap menikmati banyak kebaikan.

Entah Siapa Dia ๐Ÿคท๐Ÿป‍♀️

Image
Aku tidak tahu dia siapa Tapi aku selalu melihat bayangnya Terpantul lewat bening binar matamu Aku tidak tahu dia siapa Tapi aku selalu gelisah Mengingat dia masih menetap di sana Aku tidak tahu dia siapa Aku cukup tahu diri saja Bahkan jadi setengahnya aku tidak bisa Aku tidak tahu dia siapa Aku juga tidak siap dengan fakta Maka kuurung niat bertanya

FEB2UARI ๐Ÿ—“️

Dua puluh sembilan hari Rasanya seperti berlari Demikian berlalunya Februari Yang hadirnya kau sambut dengan berseri-seri "Terima kasih berjuta-juta" Kataku di sebuah akhir minggu Sesungguhnya aku kehabisan kata Oleh manisnya temu tanpa jemu Bagaimana tidak, Waktu kita tak banyak Dua puluh sembilan hari hanya sekali Empat tahun lagi baru kembali Ah, manisnya Februari kali ini Pagi hingga petang larut dalam rumpi Malamku kau isi dengan mimpi Sesederhana itu caraku melewati hari Semudah itu sukacita menghampiri Maka Februari cukup sampai di sini Sampai bertemu satu tahun lagi Kita masih harus terus melangkah Mewarnai waktu dengan berbagai kisah

TEMU SEMU TAK JEMU ๐Ÿ˜ด

Alam mimpi semakin buntu Ingatanku mulai tumpul Keluarlah dari situ Buat ingatan kita bersimpul Temu semu yang tak jemu Buat lelah hatiku Jamulah jiwaku Oleh bujuk rayumu Maka mimpi ini Tak lagi hanya di tidurku sendiri Tiap kali kita bertautan jari Mimpi baru 'kan terukir lagi

BERS⏳AP

Sudah kusisakan ruang kecewa Untuk nanti saat keadaan berubah Akan tiada lagi canda tawa Hilang oleh mimpi yang bertuah Memang selayaknya aku bersuka Tapi akan tetap ada setitik luka Pada kaki yang tak bisa melangkah Karena tak ingin melawan arah

JANUAR1 ๐Ÿ—“️

Ada berapa Januari dalam ceritamu? Dan seperti apa Januari bagimu? Kuharap kita sepakat bahwa Januari itu Bulan Satu Meskipun kelak kita tak bersatu Hmm, maksudku ... Ah, aku terlalu kaku Mungkin karena Januari favoritku segera berlalu Bagaimana denganmu? Mungkinkah kita memuja Januari yang sama Ataukah ada Januari yang membeku dimana kau simpan setumpuk rindu dengan jenama? Aku akan kembali hari rabu Di akhir Januari - tanggal tiga puluh satu Siap untuk mendengar jawabanmu