Posts

Most Loved

MERAYU †UHAN 🙏

Bukankah Kau berjanji memberi Jika aku meminta dari hati Lihat aku sujud saban hari Siap untuk berdiskusi Apa kabar dia di sana? Kau berjanji menjaganya Pastikan suatu waktu nanti Kami bertemu mengukir cerita Bagaimana kami akan bertemu? Kata mereka Kau punya banyak pola Kiranya Kau berkenan meramu Kisah termanis dari semua formula Aku pun berjanji setia menunggu Hingga pintaku berwujud dia Kauhantarkan ke depan pintu Dalam kemasan bahagia Jika ada satu dan lain hal Sebentuk harga yang harus kubayar Aku siap meskipun itu mahal Asal sebanding dengan yang kukejar

Hijab Cokelat

Image
Dia yang pernah kulukiskan di buku harianku Dia pula kini ikut memeluk hatiku

A LIVING SACRIFICE 🛐

by Ps. Roy Kita punya banyak pilihan dalam menghidupi keimanan sebagai seorang Kristen. Iman yang percaya penuh pada Tuhan harus diekspresikan dalam bukti nyata yaitu pengorbanan. Seperti Abraham yang menanti Ishak hampir seumur hidupnya, tapi kemudian harus mengorbankannya, dan Yesus yang mengorbankan nyawanya seturut kehendak Allah. Pengorbanan membutuhkan iman.. Roma 12:1 Kita ada dalam persekutuan bukan hanya sebagai penikmat, bukan untuk mencari teman, bukan hanya menanti berkat. Peran kita : 1. Worshipers - Penyembah Membawa persembahan yang baik, menyatakan syukur, hormat, bahwa Tuhan pemilik hidup kita. 2. The Sacrifice - Persembahan yg Berkenan pada Allah Orang pilihan Tuhan, untuk kepentingan Tuhan. Not just a face in the crowd, dikhususkan dan dikuduskan menjadi milik kepunyaanNya, yg datang dengan totalitas untuk menyenangkan hati Tuhan seturut maunya Tuhan. 3. The Priest - Imam Kita semua imamat yang rajani, yang melakukan ibadah yaitu menyampaikan persembahan secara langs...

LEGACY OF FAITH 💎

*corat-coret* by Ps. Gea  Ada tujuan indah di balik pertumbuhan iman yg bukan cuma buat kita sendiri. Everyone will leave a legacy, and it's not what u leave for people, but what u leave in people. Warisan terpenting itu adalah Iman ( Legacy of Faith ) Ibr 11:4 "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.  Meninggalkan iman sifatnya kekal dibanding materi. Seperti dalam Surat Paulus untuk anak rohaninya Timotius ( 2 Tim 1:5) yang imannya tulus dan ikhlas yaitu tidak munafik tidak berpura-pura. Timotius mewarisi iman ini dari nenek dan ibunya. Maka kita percaya ada harapan bahwa Iman mungkin untuk diwariskan ke anak salah satunya melalu parenting. Extreme Parenting : 1. Otoriter : about do-don't. Cenderung anak menghayati iman juga hanya tentang do and do...

🌬️ LET'S MOVING (M)ON🍃

Image
Tepat enam bulan sejak kamu pindah. Sudah enam bulan pula kita berpisah. Mungkin bagimu enam bulan bukan waktu yang singkat, tapi bagiku enam bulan masih terlalu cepat untuk menarik kembali hatiku dari semua hal tentangmu. Meskipun aku tetap berusaha mengikhlaskanmu, aku tahu jauh di alam bawah sadarku aku masih menjaga hatiku untukmu. Masih selalu kurawat kenangan-kenangan manis kita waktu itu. Ntah untuk apa lagi aku juga tidak tahu. Bahkan, setelah patah hati yang begitu hebat dua bulan lalu, aku masih tenggelam dalam rindu, sementara kau sudah dengan bangganya memamerkan pencapaianmu, bahwa kau sudah temukan penjaga hatimu yang baru. Kau berhasil, berhasil buatku cemburu, biarpun aku tahu bukan itu tujuanmu, hanya aku yang masih berpikir kau milikku. Untungnya aku punya sedikit akal sehat yang tersisa di tengah depresi yang kuderita, aku mulai menata kembali hatiku yang mana aku percaya bahwa progress baikmu, akan jadi progress yang baik juga untukku, walau ternyata tidak semudah u...

🤍 Resonansi Kasih 🤍

Senang sekali bisa kembali merasakan vibes melayani dengan suara biarpun cuma ikut meramaikan. Merasakan lagi sensasi lelahnya berlatih lagu berulang-ulang demi penampilan kurang dari 10 menit untuk setiap lagunya 🤭 Pertama tahu Ignite GKI itu sekitar tahun 2020an dari lagu "Seindah Siang Disinari Terang" di YouTube. Sebagai penikmat hymns, aku jatuh hati sama aransemen mereka yang bikin lagu-lagu KJ lebih berwarna. Dan di awal Tahun 2023 aku berkenalan secara online dengan seseorang yang aktif pelayanan di gerejanya, dan kami sempat membicarakan bahwa kami sama-sama suka dengan Ignite GKI. Mungkin karena ketertarikan akan hal-hal yang saling berkaitan aku pun mimpi disharingkan untuk ikut melayani di Ignite GKI. Cara mereka menjangkau aku persis kakak-kakak senior di persekutuan kampus yang sedang mencari orang untuk melayani di ibadah kampus. Sebangunnya dari mimpi, aku cuma tertawa. Ada-ada saja. Tapi kemudian waktu terus bergerak ke 2025, dan aku melihat sebuah kiriman d...

MULUT RACUN ☣️

Hari ini mulut jahatku berulah lagi, Dahlah yaa, orang2 udah keburu liat sisi ga warasku Cuma agak nyesal aja krn gampang kali kepancing  Mengendalikan diri itu susah kalii woylahhh ... "Serius kau Mona" "Ya aku serius kok, kapan aku main2" "Ya maksudnya kalo udah diajak nanti ketemu, seriusin.. ingat udah tua kau" Langsung kesenggol ego awak oleh kata "tua" ini kan Tp ku cb becanda aja ke yg lain biar gak nambah dosa kan "Inget tuh kak kita udah tua" "Lah kenapa jadi dia, dia mah laki, sampe usia 40 juga ga masalah, kau ini nya perempuan, darurat punya anak" Wah langsung naik sasakk itu "YA GAUSAH PUNYA ANAK" Gatau dah apa aku aja yg tekejoet sama ucapanku sendiri, tapi masih ada kudengar suara "ya gimana nanti suamimu kalo dia mau punya anak" Oopppp,, makin dibakar bosss, dikata rumah produksi? 😤 ... Aku sebenarnya gak masalah sama punya ga punya anak ini. Tapi denger omongan itu kek mau kutentang aja ja...

'KUAT' JADI BUMERANG 🪃

http://gallerivana.blogspot.com/2020/07/blog-post_2.html Ah, aku melihat pola yang sama Jakarta bukan pilihan tapi kemudian jadi tempatnya menggantung harapan Itupun baginya sebuah kelemahan Tapi harus tetap bertahan karena gak mau dianggap bodoh karena udah menolak tawaran Lalu dia pergi diam-diam "Malu kalau tau-tau pulang di tengah jalan" Kek kau udah banting stir aja lewat jalan yg akhirnya jadi satu-satunya yg kau harapkan, tapi tau2 harus tetap putar balik, *ohh tidakk* Tanpa sadar dia membangun tembok harapan yang tinggi untuk dirinya sendiri, bahwa dia harus bertahan di perantauan "Harus kuat sendirian" Egonya bilang tidak apa tanpa pasangan Lebih baik sendirian daripada berakhir sama orang yang tidak dia inginkan Semakin dia Mati Rasa semakin dia merasa kuat Overall, gak heran sekarang dia burn out Karena "kekuatan" yg dia ciptakan itu perlahan runtuh Dia merasa kalah sama dirinya sendiri Ekspektasi "Kuat sendirian" pun hancur Karena dir...

INSIDE OUT 2 - MOVIE TIME 🍿

Hi, future, aku pelan-pelan coba kembali melakukan kegiatan yang pernah kunikmati salah satunya movie time, yeaay 🥳 Ahirnya tergeraklah untuk nonton Inside Out 2. Dan persis warna2 di movie itulah yang kutemui di jiwaku selama ini 😂 Kalo ingat aku cerita di kepalaku banyak suara, itu tu tergambarkan persis oleh warna-warni emosi di Inside Out ini 😂 Yang awalnya mood Rylie as a kid cukup stabil dalam kendali Joy, Fear, Anger, Sadness, Disgust, seiring beranjak remaja muncullah Envy, Ennui, Embarrassment dan Anxiety yang mulai mengacaukan moodnya. Riley jadi ambis yg ga sehat, cemas dan stress, hubungan dengan sahabatnya rusak dan semua itu akibat warna/i emosi tadi mulai berantem di kepalanya 😂 Anxiety bahkan mengasingkan Joy, Fear, Sadness, dan Anger jauh2, dan take over console mood Riley sampe akhirnya consolenya rusak, sistem memori Riley berantakan, pembuangan memori burukny ancur dan semuanya ke-up lagi dan Rileynya jadi stress, ga maksimal dalam aktifitasnya, dadanya sampe se...

💌 Missing U

Hi you, Can I tell u how did I feel on my last surgery? Aku berusaha memandang moment ini adalah momentku dengan Tuhan, berusaha memandang bahwa siapapun yang pernah hadir dan terlibat adalah salah satu bagian dari cara Tuhan mengasihiku. Tapi dengan kesadaran penuh saat di ruang transit sebelum masuk kamar operasi, aku memikirkan Tuhan dan kamu. Aku sama sekali gak bisa lupa setiamu mengikuti perkembanganku waktu itu, menghabiskan waktumu untuk menemani aku, sendirimu ikut mengantarku untuk operasi kedua kali, sendirimu tak pernah ragu untuk datang ke perawatanku, kesigapanmu menjemputku waktu ngedrop di pinggir jalan, selalu setia menemani malam-malamku dan mau mengusahakan apapun demi kenyamananku. Memoriku berputar kembali ke moment operasi yang ketiga, dimana aku juga melaluinya sendiri dan disitu aku harus menerima keputusan besar yang kau ambil untuk kelanjutan hidupmu, yang tentu berpengaruh besar untuk kisah kita. Tapi kau masih ada, kasihmu masih kurasa, pagi-pagi benar denga...
 Aku sudah berkali-kali gagal Sudah menanggung banyak kekalahan Jauhlah yang jauh Hilanglah yang hilang Pergilah yang pergi Tapi kumohon biarkan aku menang dari berbagai bentuk penyakit yang melelahkan Dan hidup lebih lama lagi

I Haven't Moved On

I haven't moved on; I'm just giving you the space to live your life I might not reach out as often, but if you do, I respond instantly. I may not say good morning anymore, but you're still the last thought on my mind before I fall asleep I'm trying to focus on myself, but the truth is, I miss you deeply I'd love to talk to you, but I know my place. You'll always be in my heart, and there will always be a space for you there @alphababes.inc

NOVEMBER 🗓️

Selamat malam, kasih Apa kabarmu di penutup bulan ini? Bagaimana kau menghabiskan malam minggu Untuk alasanmu buatku menunggu Balasan pada pesan yang kau biarkan lusuh Dan tawaku yang samar dalam keluh Maaf, kasih Tiga puluh hari ternyata tidak cukup untuk menepisku Ternyata tidak cukup untuk menekan tangisku Sudah dua putaran bulan Aku semakin ketinggalan Tentu aku berjanji akan terus berjalan Akan kuusap air mataku pelan-pelan Sebab aku tak mau melihatmu gagal Melawan ego perempuan bebal Setiap hari aku mencari distraksi Mencari korban memaksa interaksi Untungnya November kali ini membawa cerita baru Hatiku dirangkul dalam haru biru Ketahuilah, kasih Walau di etalaseku tiada lagi rupamu Namun aku masih selalu merindukanmu Satu-satunya November yang kulalui denganmu Kini menjadi November favoritku Sampai bertemu, kasih Walau kau tak ingin melihatku lagi Aku masih akan selalu di sini Sekuat apapun kau menghindari Aku tak akan menarik diri Bahkan saat cintamu berganti peri Atau saat aku...

RINDU TANPA TEMU 🤝

Kupikir aku masih boleh bercerita Masih boleh terbuka Terbuka tentang kesedihanku Kesedihan karena merindu Rindu yang berpenawar temu Temu yang ternyata jangan dulu. Lalu, Bagaimana dengan rindu tanpa temu? Harusnya jangan merindu  Jangan bersedih karena rindu Simpan rapat kesedihanmu Tidak perlu lagi kau terbuka Sesungguhnya tidak perlu bercerita .... Naif kali aku "Jangan ragu cerita" Aku pun tetap terbuka Kuceritakan kesedihanku menahan rindu "Wajar karena ga punya obatnya - cuma ketemu" Kuusahakan obat itu "Jangan dulu" Ternyata bukan ga punya obatnya Emang ga boleh ketemu aja Harusnya aku ngerti dari awal, ya

🙏🏻MAAF

Maafkan aku masih terlalu bodoh Masih selalu gelisah sendiri saat tiada kabar darimu Masih selalu mau tahu keadaanmu, perasaanmu, aktivitasmu Masih selalu suka merayumu Aku selalu pura-pura tidak peka saat kau sudah memberi batasan, hanya karena tidak siap kehilangan dirimu yang sayangiku Sungguh, aku tidak enak hati Melihatmu masih berusaha sebaik mungkin mengimbangi dan meresponi di tengah usahamu untuk membatasi diri Maafkan aku, Semoga kau tidak terlanjur lelah dan kesal Aku pun tidak ingin mental korbanku semakin lama membuatmu seolah di posisi yg jahat Tak ingin pula kenangan manis selama kita bersama dirusak oleh kebodohanku Ingin rasanya seperti atlet badminton yang gantung raket di masa kejayaannya, sehingga yang  lebih diingat ialah sisi juaranya bukan penurunan performanyaa Aku akan mencoba lebih kooperatif Mendengar saat kau bercerita Menjawab saat kau bertanya Akan berusaha untuk tidak banyak mau, untuk tidak banyak mengganggu

OKTOBER🗓️

Bulan ke-sepuluh dari dua belas ternyata tidak semulus itu Aku kembali berjuang untuk meneruskan ceritaku Katamu aku harus berkabar, kan? Sayangnya aku mulai takut mengganggu Atau setidaknya aku harus bersabar Untuk sebuah respon yang selalu kutunggu Kau tahu Sejak awal Oktober Banyak yang memperhatikan sikapku Mereka menanti reaksiku Yang mereka lihat : Aku tertawa Yang mereka lihat : Aku tersenyum, Hatiku masih berbunga-bunga Aku tegar Beraktivitas normal Tidak apa Orang lain tidak perlu lihat Air mataku yang mengalir tanpa henti Merindu kekasih yang pergi tanpa benci Mustahil kembali Mustahil kumiliki Bahkan menyatakan kasih Aku mulai tidak berani Sayang? Tentu masih Tapi rasanya tidak boleh terucap lagi Ternyata kasih sayangku terlalu membahayakan Khawatirku terpaksa kusembunyikan Peduliku terpaksa kutahan Rinduku terpaksa kuabaikan Kata-kata manis sebaiknya kusimpan Kini aku tahu caranya menangis tanpa suara Tanpa banyak kata-kata Tanpa merubah mimik muka Air mataku bisa mengalir ...

Gadis Malang itu Aku 💔

Tidak pernah segelisah ini menanti kabarmu Mulai kubandingkan kisahku dengan mereka yang berjuang mengatasi jarak dan waktu Bedanya adalah mereka tau mereka akan kembali ke satu sama lain Sementara kau bahkan tidak punya pilihan untuk kembali padaku Maka jika nanti kau menghilang Tinggallah aku si gadis malang

SEPTEMBER🗓️

Hai, tiba waktunya untuk aku kembali bercerita Alkisah di sebuah September, di suatu sudut kota ada anak perempuan sedang bersiap untuk wisuda dan di sudut kota lain seorang anak laki-laki baru saja diterima menjadi mahasiswa Beberapa tahun kemudian mereka bertemu di sebuah bidang pelayanan, Komunikasi seadanya sebagai mitra, saling membutuhkan Tak kenal usia, suku, dan keyakinan status mitra melebur dalam persahabatan Lalu semesta pun meromantisasi setiap interaksi, mereka saling jatuh hati Beda usia tidak begitu terasa Suku yang berbeda buat mereka saling bertukar budaya Tentang keyakinan, Keduanya tidak bisa melawan "Aku tidak bisa" "Aku (pun) tidak bisa" Lalu bagaimana? Kita nikmati saja apa yang ada Demikian indahnya dua hati yang dibuai cinta Menikmati afeksi dengan berbagai bentuknya Hingga sang September kembali tiba Dengan sebuah jawaban doa Tinggallah dia si gadis malang Sedihnya tak terbilang Selalu gelisah di malam menjelang Menanti kabar dari kekasih ya...

ONE DAY 🗓️, ONE GIFT 🎁

Image
*Extra Gift* "Aku memanggilnya Bremboo" Aku tahu, aku tak akan bisa mengobati ataupun menemani rasa sedihmu. Bahkan orang lain pun tak akan bisa. Tapi setidaknya, ijinkan aku mengutus "Bremboo" untuk menemani kala kau bersedih. Lihat muka dan lidah menggemaskannya ketika kau bersedih. Semoga "Bremboo" bisa menjalankan tugasnya dengan baik... Love You 🤍 -DR- *Gift Day 5* "Karena aku gabisa nemenin kau ke gereja, maka aku utus tas ini untuk menemanimu ke gereja..." Terima Kasih untuk Semuanya Love You 🤍 -DR- *Gift Day 4* "Biar holongku tidak kedinginan" Aku mencintaimu tanpa dasar akal sadar... Terima kasih untuk semua peluk hangat yang telah kau beri 🤍 -DR- *Gift Day 3* "Jangan lupa banyak minum air putih" Walaupun tak berakhir indah dan takdir tak bisa dibantah Setidaknya kita sempat bersama : dalam memori yang indah 🤍 -DR- *Gift Day 2* "Dompet kecil yang akan menemani hari-harimu" Sekitarmu tak cukup tahu rumitn...

THANK U, LOVE 💕

Terima kasih untuk segala hal, orang baik kesayangan aku... Ingin sekali rasanya merayu Tuhan untuk dapatkan seutuhnya dirimu. Tapi aku gak punya hal lain yang bisa kutukar sebagai harga yang harus kubayar. Cuma bisa bilang terima kasih sama Tuhan sudah beri aku sedikit kesempatan secara langsung merasakan dan membalas kasih sayangmu lebih dari seorang teman. Terima kasih sudah membuatku merasa dicintai : Lewat hadirmu dan sejuta waktu berharga yang kau habiskan denganku, lewat hal-hal baru yang kukenal dan kunikmati bersamamu, dan berbagai kenangan indah yang tersimpan di etalase memoriku. Lewat sentuhanmu yang lembut, genggaman, rangkulan, peluk dan kecupan hangat di tangan dan rambutku. Serta bahumu yang tak kenal lelah selalu sedia untuk jadi sandaranku. Lewat obrolan manis dan lucu pengobat hati, manisnya pujian dan rayuan2 tipis yang selalu buatku salah tingkah, dengan suara dan sikap yang selalu tenang menghadapi perubahan suasana hatiku. Serta apresiasimu terhadap sekecil-kecil...

AGUSTUS🗓️

Aku melewatkan satu bulan tanpa bercerita panjang Cukup mengenang betapa manisnya pertambahan usia yang diisi penuh kasih sayang Oleh kebersamaan di sepanjang harinya Dengan langkah hangat aku menapak di bulan kedelapan Menikmati beragam kebersamaan Diwarnai senyum-senyum kecil yang tertahan Setiap kali mataku berusaha mencuri tatapan Sampai kemudian tatapan kosong yang kutemukan Berdiri di antara dua pilihan Pasrah atau usahakan Sementara pilihanku hanya mendoakan Kubaca lagi setumpuk tulisan yang pernah kugoreskan Ini seperti sakit yang pernah kuramalkan Bahwa setiap hari akan terdengar tangisan Meratapi jawaban dari beribu tanya kapan /Ternyata ini waktunya/ Air mataku nyaris mengkristal di akhir Agustus Tak mampu kutahan terus menerus Di tengah hidup yang terlalu banyak plot twist Kuharap ini akan jadi satu cerita manis Mungkin aku bisa menariknya dari masa lalu Tapi mustahil aku bisa mengambilnya dari Tuhannya Mustahil jadi bagian dari keluarganya Mustahil mengubah alur mimpinya M...

JUNI

Siapkah kau mengakhiri bulan ini? Bulan yang penuh afeksi Diawali sebuah ungkapan terima kasih Pada sebentuk jiwa yang tak kenal risih Setiap hari aku dibuat luluh Sampai hari ke-tiga puluh Masih tak kenal peluh Temani malamku seperti suluh Entah sejak kapan aku akrab dengan kebodohan Seolah sangat siap dengan berbagai tantangan Padahal rasa sakit senantiasa memberi peringatan Akankah aku sekuat yang selalu kuharapkan Ini baru satu bulan Masih cukup lucu untuk diceritakan Setidaknya untuk sahabatku yang sedang tertekan Dirundung gelisah dan ketakutan Tawa adalah kehadiran kecil yang bisa kuberi Sebab dari hitungan tiga puluh Kami hanya bertemu satu hari Untuk bisa saling mengeluh Seketika aku tersadar Yang paling teguh dan terkuat di bumi Pada akhirnya terkapar Menyerah dan berkompromi Berusaha menikmati setiap waktu, Juni pun memberiku setumpuk kartu Berisi kalimat pemantik obrolan Saat kita kembali bertemu di akhir bulan Sampai jumpa, kawan.

MEI 🗓️

Kataku saat itu aku akan kembali Pasti kembali Karena aku memang kembali Aku masih disini Di bulan Mei yang kunanti-nantikan Aku kembali dari kematian Entah aku layak menghitung dari angka Dua Sembilan Ataukah harus kembali menghitung ulang Tiga puluh satu hari ini, menurut mereka terlalu lama Sementara aku kehilangan banyak waktu begitu saja Cerita manis di tanggal Sebelas bergulir air mata Hari dimana aku mendamba tawa Tiupan lilin kecil di sepotong kue kecil Dan berbagai kiriman lucu di sosial media Tapi aku tetap bersyukur Ternyata jiwa dan ragaku cukup kuat Lagi diitari kebaikan yang tidak terukur Membalut hati dengan hangat Maka terima kasih berjuta-juta Dalam sebuah pelukan erat Kudedikasikan untuk jiwa yang selalu terjaga Penuh kasih setia melawat dan merawat Dan untuk menutup cerita di bulan Mei Aku merekamnya dalam hati Satu lagi etalase memori terisi Meski tanpa ukiran warna warni Sedikit melangkah jauh dari rencana Pipiku masih gemetar membayangkan Masih sulit untuk dicerna...

4PRIL 🗓️

Tiga puluh hari April ikut berganti Seperti bermain wahana Nadi dan adrenalin dipacu bersama Pada minggu pertama Tercatat pula satu momen pertama Satu kantong untuk satu jiwa Setelah lama menyimpan takut dan kecewa Beranjak perlahan menuju minggu kedua Tangan melambai penuh rindu Kegelisahan baru mulai melanda Hati dan pikiran setiap hari diadu Maka minggu ketiga adalah masa transisi Rasa cemburu sedikit mengacau harmonisasi Bahasa cinta pun ditilik dalam setiap relasi Manisnya waktu bersama semakin diapresiasi Hingga minggu keempat tiba Nyeri menjalar bukan sekedar saat diraba Dari sebuah rekaman gambar hitam putih Terbentuk pilihan hitam atau putih Besok saatnya menjalani pilihan yang sudah dibuat Dalam semua hal Dia bekerja menaruh hikmat KuasaNya mengambil alih setiap tindakan KuasaNya kupercaya akan menyembuhkan Kuharap dekap peluk orang terkasih Cukup untuk jiwa dan ragaku kembali pulih Dan aku yakin banyak hati menantiku kembali Ada jiwa yang ingin kupeluk lagi Sampai bertemu na...

MAR3T 🗓️

Aku sudah berjanji bukan? Akan hadir setiap akhir bulan, mengetuk di pintu depan membawa setumpuk cerita untuk bahan obrolan kita Beberapa saat lagi Maret segera berganti Sudah kuhitung, Setidaknya ada dua atau tiga cerita yang kutuliskan tanpa tinta Selebihnya kusimpan dalam hati Bukannya tak begitu berarti Tapi 'kan aku sudah berjanji Agar tidak meromantisasi semua hal Karena hanya akan membuatku semakin bebal Maret sempat mengusik batinku lewat gambar hitam putih yang terlihat kasar tidak beraturan Malu dan sedih aku membayangkan akan sebanyak apa Enam Sembilan Empat Dua Sepuluh jika dijumlahkan Sungguh, aku semakin perhitungan Ah, sudahlah Meski lembaran foto hitam putih milikku bukan yang biasa kau temukan pada lirik lagu itu Tapi Maret kali ini bagiku sama manisnya dengan Maret yang lalu Tiga puluh satu hari ini tetap seru Aku masih bisa mengisi lini masa dengan beragam cerita berwarna Menyematkan kenangan baru Bulan depan aku akan kembali bertamu Merecokimu dengan ceritaku S...

🔮Pesan Masa Depan

Untuk : Diriku di usia Enam Dari    : Dirimu di usia Dua Delapan Aku tak akan cerita banyak tentang masa depan, karena ternyata kau mudah khawatir akan hal-hal yang belum kejadian, sampai terkadang sulit menikmati waktu yang sedang berjalan. Berjuta kata "seandainya" sengaja kusimpan agar tidak jadi beban karena banyak keadaan terjadi tidak seperti yang kau harapkan. Pesanku, giatlah belajar mengenal Tuhan, karena Dia yang akan selalu menemanimu di sepanjang perjalanan. Kau akan alami banyak bentuk kegagalan dan kehilangan, tapi percayalah kau akan tetap menikmati banyak kebaikan.

Entah Siapa Dia 🤷🏻‍♀️

Image
Aku tidak tahu dia siapa Tapi aku selalu melihat bayangnya Terpantul lewat bening binar matamu Aku tidak tahu dia siapa Tapi aku selalu gelisah Mengingat dia masih menetap di sana Aku tidak tahu dia siapa Aku cukup tahu diri saja Bahkan jadi setengahnya aku tidak bisa Aku tidak tahu dia siapa Aku juga tidak siap dengan fakta Maka kuurung niat bertanya

FEB2UARI 🗓️

Dua puluh sembilan hari Rasanya seperti berlari Demikian berlalunya Februari Yang hadirnya kau sambut dengan berseri-seri "Terima kasih berjuta-juta" Kataku di sebuah akhir minggu Sesungguhnya aku kehabisan kata Oleh manisnya temu tanpa jemu Bagaimana tidak, Waktu kita tak banyak Dua puluh sembilan hari hanya sekali Empat tahun lagi baru kembali Ah, manisnya Februari kali ini Pagi hingga petang larut dalam rumpi Malamku kau isi dengan mimpi Sesederhana itu caraku melewati hari Semudah itu sukacita menghampiri Maka Februari cukup sampai di sini Sampai bertemu satu tahun lagi Kita masih harus terus melangkah Mewarnai waktu dengan berbagai kisah

TEMU SEMU TAK JEMU 😴

Alam mimpi semakin buntu Ingatanku mulai tumpul Keluarlah dari situ Buat ingatan kita bersimpul Temu semu yang tak jemu Buat lelah hatiku Jamulah jiwaku Oleh bujuk rayumu Maka mimpi ini Tak lagi hanya di tidurku sendiri Tiap kali kita bertautan jari Mimpi baru 'kan terukir lagi

BERS⏳AP

Sudah kusisakan ruang kecewa Untuk nanti saat keadaan berubah Akan tiada lagi canda tawa Hilang oleh mimpi yang bertuah Memang selayaknya aku bersuka Tapi akan tetap ada setitik luka Pada kaki yang tak bisa melangkah Karena tak ingin melawan arah

JANUAR1 🗓️

Ada berapa Januari dalam ceritamu? Dan seperti apa Januari bagimu? Kuharap kita sepakat bahwa Januari itu Bulan Satu Meskipun kelak kita tak bersatu Hmm, maksudku ... Ah, aku terlalu kaku Mungkin karena Januari favoritku segera berlalu Bagaimana denganmu? Mungkinkah kita memuja Januari yang sama Ataukah ada Januari yang membeku dimana kau simpan setumpuk rindu dengan jenama? Aku akan kembali hari rabu Di akhir Januari - tanggal tiga puluh satu Siap untuk mendengar jawabanmu